Photobucket

Rabu, 11 Mei 2011

"KEBUDAYAAN"


Definisi Budaya
   Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

Pengertian Kebudayaan
   Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

   Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik)
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
  • Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
  • Kebudayaan material
    Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.


Cara pandang terhadap kebudayaan
 
- Kebudayaan Sebagai Peradaban
Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan “budaya” yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang “budaya” ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap ‘kebudayaan’ sebagai “peradaban” sebagai lawan kata dari “alam”. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.
Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang “elit” seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang “berkelas”, elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah “berkebudayaan”.
Orang yang menggunakan kata “kebudayaan” dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang “berkebudayaan” disebut sebagai orang yang “tidak berkebudayaan”; bukan sebagai orang “dari kebudayaan yang lain.” Orang yang “tidak berkebudayaan” dikatakan lebih “alam,” dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran “manusia alami” (human nature)
Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan dan tidak berkebudayaan- dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan “tidak alami” yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan “jalan hidup yang alami” (natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.
Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap “tidak elit” dan “kebudayaan elit” adalah sama – masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.

- Kebudayaan sebagai “sudut pandang umum”
Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme – seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria – mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam “sudut pandang umum”. Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara “berkebudayaan” dengan “tidak berkebudayaan” atau kebudayaan “primitif.”
Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan – kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya – mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan – perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.

-  Kebudayaan sebagai Mekanisme Stabilisasi
Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.


                 http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html

Rabu, 06 April 2011

"MANUSIA DAN KEINDAHAN"

-KEINDAHAN
    Secara garis besar keindahan itu dapat dipandang dari sisi manapun, keindahan mempunyai banyak arti yang sangat bersangkutpautan satu sama lain. Keindahan juga dapat mencakup beberapa aspek, seperti keindahan dari seni, keindahan alam, keindahan intelektual dan masih banyak lagi.
intinya keindahan itu adalah konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena sesungguhnya keindahan itu tidak jelas, maka dari itu tak dapat dinikmati. Keindahan baru dapat diartikan jika dihubungkan dengan sesuatu, misalkan lukisan yang indah, maka dari itu keindahan itu sendiri mempunyai makna karena terdapat objek yang disebut indah karenanya.
Dan satu poin lagi bahwa keindahan lebih susah diartikan daripada sesuatu yang indah, dalam arti dasar katanya lebih sulit diartikan daripada gabungan dari kata keindahan tersebut.
 
- PERKEMBANGAN KESENIAN
    
      Perkembangan Kesenian
perkembangan kesenian sekarang berkembang sangat pesat dari zaman ke zaman, ini di akibatkan karena pola pikir dari manusia itu juga ikut berkembang. di Indonesia banyak sekali kesenian kesenian dari tradisional dan modern, tapi pada kesenian tradisional ini sudah mulai berkurang atas ketertarikan orang untuk melakukannya.

-ALIRAN-ALIRAN KESENIAN

    Aliran seni dari kurun waktu ke waktu, terdapat seni primitif, klasik, tradisional, modern dan juga kontemporer.
Untuk seni primitif; pastinya berkembang apda zaman prasejarah, dan dimana pembuatan seni tersebut masih terlalu kuno. Hal ini terpengaruh karena kebudayaannya mereka masing masing seperti tinggal di goa goa atau hidup yang nomaden.
Untuk seni klasik; yaitu seni yang dimana perkembangan kesenian tertentu mencapai puncak atau stuck dan merupakan standarisasi zaman sebelum dan sesudahnya.
Untuk seni tradisional; kesenian yang dihasilkan secara turun temurun dari nenek moyang tradisi yang mereka anuti, dan pastinya seni ini bersifat statis tak ada unsur kreatifitas baru.
Untuk seni modern; disni unsur kekreatifitasan seniman diuji, di zaman ini para seniman banyak menggunakan kreatifitasnya untuk memunculkan inovasi inovasi baru.
Untuk seni kontemporer; seni yang bersifat temporer sesuai dengan katalog dari zamannya yaitu seni kontemporer artinya temporer seperti body painting dan lain lain.



-  RENUNGAN
    Renungan berkata dasar renung yang dimana mempunyai arti sebagai perilaku yang memikirkan sesuatu secara dalam dalam dengan berdiam diam. Sementara renungan ialah hasil dari renung, yang dimana hasil dar pemikiran yang dilakukan dengan cara tersebut. Biasa nya renungan dilakukan pada acara acara keagamaan formal "renungan malam" yang dimana membahas dosa dosa yang telah lalu dan merenungkannya.
Yang dimana saat suasana sesunyi tersebut tiba tiba ada salah satu atau kontestan acara tersebut yang menitihkan airmata, itu secara tidak langsung si kontestan tersebut telah merenung dengan sempurna sampai mengakibatkan ekspresi yang terlihat, jadi seperti itulah gambaran dari renungan.
Di dalam proses merenung untuk dapat menciptakan seni didapat 3 teori;
1. Teori Pengungkapan
2. Teori Metafisik
3. Teori Psikologi
Berlanjut dengan Keserasian sesuai dengan materi tugas, berasal dari kata serasi yang berdasar rasi, keserasian emmpunyai arti sebagai kecocokan, keserasian sama saja dengan keselarasan. Keserasian mengandung 4 unsur;
1.Perpaduan - Misal cara orang berpakaian dengan perpaduan warna yang aps menghasilkan keserasian.
2.Pertentangan - Misal dalam musik, pertentangan lagu nada tinggi dan rendah akan menimbulkan keserasian yang dalam.
3.Ukuran
4.Seimbang
Untuk ukuran dan keseimbangan seperti halnya perkantoran yang padat diiringin dengna taman kota yang luas akan menampilkan keserasian dan keseimbangan.

MANUSIA DAN CINTA KASIH

    Pada tulisan saya kali ini saya akan membahas tentang "MANUSIA DAN CINTA KASIH", pada dasarnya semua manusia memliki rasa cinta dan kasih sayang terhadap apapun , menurut pengertian nya CINTA adalah rasa sayang atau suka terhadap sesuatu hal, jadi MANUSIA DAN CINTA KASIH itu sendiri ialah hubungan perasaan seorang individu terhadap sesuatuhal, dimana rasa cinta kasih berkaitaan dengan manusia itu tersebut,.
berikut ini beberapa bagian dari cinta dan kasih

KASIH SAYANG
kasih sayang menurut beberapa tokoh yaitu perasaan sayang kepada sesuatu hal
contoh kasih sayang
1,kasih sayang terhadap sesama manusia
2,kasih sayang terhadap hewan
3.kasih sayang terhadap alam semesta dan lingkungan


-KEMESRAAN
    kemesraaan diambil dari kata mesra yang artinya adalah (erat) erat dalam arti dekat
kemesraan juga bagian  dari sifat cinta kasih antar sesama manusia

-PEMUJAAN
     Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan YME. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya.

 

Minggu, 27 Februari 2011

HAKIKAT HIDUP SEORANG MANUSIA

   Pada hakikat nya manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna di bandingkan dengan hewan atau tumbuhan, karena apa? ya karena manusia memiliki otak untuk lebih berpikir logis , bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak, mana yang cocok dengan dirinya sendiri atau tidak . itulah mengapa manusia di anggap makhluk paling sempurna di antara hewan , dan makhluk lain .
manusia memiliki hal-hal penting dalam diri nya yaitu ;
 1.aspek - aspek manusia
- yang akan saya tekan kan di sini aspek kecerdasan nya atau IQ,
IQ adalah Kecerdasan intelektual (IQ) berkait dengan keterampilan seseorang menghadapi persoalan teknikal dan intelektual. Jika pendidikan kita mengabaikan aspek keunggulan IQ, sulit bagi Indonesia untuk bersaing dalam bidang sains dan teknologi pada persaingan global.

2.daya manusia 
menurut pendapat saya daya manusia ini yaitu kemampuan , dimana kemampuan seorang manusia untuk berpikir, mengambil keputusan, bekerja, berkeluarga , dan lain hal nya lagi , begitu banyak kemampuan yang dapat di lakukan oleh manusia tersebut.

3.tipologi manusia


  Tipologi semacam ini adalah usaha untuk menggambarkan kepribadian manusia dengan melakukan kategorisasi dan penyederhanaan terhadap berbagai kemungkinan kombinasi kepribadian. Karena salah satu sifatnya adalah penyederhanaan, maka apapun tipologi kepribadian sebenarnya tidak mampu untuk menggambarkan seluruh kemungkinan kepribadian.

Namun, dengan tetap berpegang pada pemahaman bahwa setiap manusia itu unik, tipologi kepribadian bagaimanapun dapat membantu siapapun untuk lebih memahami kepribadian diri maupun orang lain.

-Big Five Personality merupakan pendekatan dalam psikologi kepribadian yang mengelompokan trait kepribadian dengan analisis faktor. Tokoh pelopornya adalah Allport dan Cattell.

--Archetype :  struktur, tema, atau karakter utama yang merepresentasikan diri seseorang, yang mempengaruhi cara individu mempersepsikan pengalamannya, yang menggambarkan kebutuhan dasar individu yang berusaha dipenuhi. 



Senin, 10 Januari 2011

"TEKNIK MEMBUAT FOTO LOW SPEED SHUTTER"

Assalamualaikum WR.WB

  Setelah postingan yang sebelum nya tentang LIGHT PAINTING , kali ini saya akan sedikit memberikan teknik untuk membuat foto dengan teknik "LOW SPEED SHUTTER" ,teknik foto ini hampir sama dengan light painting namun yang berbeda adalah pencahayaan nya , jika teknik light painting memerlukan ruangan yang sangat gelap, sedangkan low speed shutter ini tidak harus memerlukan ruangan yang gelap.

   Nah teknik foto ini sama dengan teknik foto panning atau movement, teknik foto ini memerlukan setting dengan shutter yang lambat atau rendah , sehingga pergerakan objek dapat tampak pada hasil foto, namun yang harus di perhatikan adalah kamera harus tetap dalam posisi statis agar background pada objek dapat terlihat fokus

   Okay itulah pengertian singkat tentang foto low speed shutter, nah di sini saya akan menuliskan langkah - langkah untuk membuat dengan teknik foto tersebut, langkah - langkah nya sebagai berikut :

1.sediakan kamera , boleh pakai kamera dslr maupun kamera pocket biasa yang penting kamera tersebut dapat diatur shutter speed nya

2.tripod , atau tempat yang memungkinkan agar kamera tetap dalam posisi statis


3. objek nya misalnya kita dapat menggunakan keramaian lalu lintas sebagai objeknya.

caranya:


1. atur speed pada kamera  sesuaikan dengan keinginan , misalnya memakai speed 4 detik atau 8 detik

2. kemudian atur bukaan nya usahakan pakai bukaan yang besar , biasanya f/2.8


3. letakkan kamera pada tripod atau tempat untuk menjaga agar kamera tetap dalam posisi statis


4. tekan tombol shutter nya , kemudian tunggu sesuai dengan speed yang kita sesuaikan


5. lihat hasil nya


selamat mencoba :)


berikut ini sedikit contoh foto dengan low speed shutter dari kamera pocket saya:






Jumat, 07 Januari 2011

"TEKNIK MEMBUAT LIGHT PAINTING"

   Yeahh, setelah saya memposting tentang sejarah dan pengertian light painting, sekarang saya akan memposting tentang teknik-teknik dalam membuat light painting.
  
   Alat-alat yang di butuhkan:
1. semua kamera yang bisa di atur shuter speednya dan iso nya
2. sumber cahaya (senter, obor,flash, dll)
3. yang pasti suasana gelap.
4. tripod

langkah - langkah nya

1. atur shutter speed pada pada shutter maksimal, biasanya kalau di kamera DSLR sampe 60", atau mode "BULB" nya otomatis bisa lebih lama lagi.

2. pilih mode M atau manual pada kamera kalian

3. atur diafragma nya atau bukaan nya ingat semakin kecil angkanya bukaan nya akan lebih besar,sesuai kan dengan suasana cahaya , kalau saya sering menggunakan  F 5.6

4. pasang kamera pada tripod atau taruh pada tempat yang memungkinkan untuk kamera tidak "SHAKING", atau bergoyang, karena apabila kamera shaking kemungkinan hasil "light painting"nya  kurang memuaskan.

5. atur fokus pada objek yang di inginkan agar hasil fokus dan tidak terjadi "blur", kalau pake DSLR atur fokus memakai MF (manual fokus)

6. tekan shutter nya 

7. langkah terakhir yaitu buat bentuk yang di inginkan dengan menggunakan sumber cahaya , yang pasti sumber cahaya nya diarahkan ke lensa ya. 


selamat mencoba :)

hasil light painting saya : 









"SEJARAH LIGHT PAINTING"

Assalamualaikum wr.wb
  okay kali ini saya akan membahas tentang "LIGHT PAINTING".mungkin bagi orang yang sudah sering bergelut dalam dunia photography istilah "LIGHT PAINTING" ini sudah tidak asing lagi bagi mereka, nah bagi yang masih asing dengan "LIGHT PAINTING" di sini saya akan membahas nya.
  " LIGHT PAINTING" adalah suatu teknik dalam photography yang menjadikan cahaya atau sumber cahaya yang mana cahaya tersebut di jadikan sebagai objek photo baru atau cahaya tersebut di gunakan untuk membuat sebuah bentuk atau objek baru, teknik "LIGHT PAINTING", tentunya dilakukan dengan exposure malam, atau suasana yang cukup gelap dengan menggerakkan sumber cahaya seperti senter ,
   
    Teknik photo  ini pertama kali dilakukan oleh seorang bernama Man Ray pada tahun 1935 seorang photographer yang berasal dari Amerika dan lama tinggal di Paris, dia adalah seorang wartawan yang memakai teknik "LIGHT PAINTING" pertama kali, iya memamerkan nya pada sebuah seri yang  berjudul  "space writing".
      
    Sebenarnya sudah banyak photographer yang menggunakan teknik ini setelah Man Ray tapi tidak dapat saya jelaskan di sini.
untuk masa sekarang sudah banyak orang yang dapat membuat light painting,  hanya dengan bermodal sebuah kamera yang dapat di atur shutter speed nya dan bermodal senter ,teknik ini sangat mudah di lakukan.
dan sekarang ini sudah banyak forum - forum photography yang membahas atau membentuk suatu komunitas "LIGHT PAINTING", bahkan di jakarta sudah banyak salah satunya komunitas "i "LIGHT"this".

berikut adalah beberapa gambar light painting:








sumber : GOOGLE

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger